I Am Sherlocked

“Weekend. The rain. Hot chocolate. Sherlock Holmes. Perfect.” I was smiling when I wrote it on twitter. Well, sering kali gue memilih menonton dvd Sherlock Holmes kala hujan. So, I could use my coat in my room like what Holmes did. 😛

2edf6ca08b0611e3bcb31235cf0a2eeb_6

Anyway, apa yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata Sherlock?

London. Detective. Benedict Cumberbatch. Sociopath.

Itu hanya sebagian yang terlintas di kepala gue kala mendengar kata Sherlock. There’s so many things about Sherlock in my head, and you, of course.

Gue selalu merasa excited ketika menceritakan tentang kisah Sherlock Holmes. YEAH, I AM SHERLOCKED. :))

IAMSHERLOCKEDblue_light_spots_greyish

Pernah ada suatu moment ketika gue bercerita tentang Sherlock Holmes sambil menggebu-gebu saat lagi kumpul bersama teman-teman sambil menunggu dosen datang. Lalu salah seorang temen gue ada yang menyeletuk, “emang sebenernya Sherlock Holmes itu siapa sih yan?” OH GOD!

Sejenak gue terdiam dan di kepala gue teringat apa yang Sherlock ucapkan dalam kasus A Study in Pink. Sherlock said, “Dear God. What is it like in your funny little brains? It must be so boring.”

Entahlah. Mungkin gue terlihat aneh ketika menujukan rasa kecintaan gue tentang tokoh fiksi. Atau mungkin teman gue yang beneran belum tau tentang Sherlock Holmes. I don’t mind.

Well, kalo menurut wikipedia Sherlock Holmes merupakan detektif fiksi ciptaan dari Sir Arthur Conan Doyle.  Holmes menyebut dirinya sebagai seorang “detektif konsultan” ini dikenal akan ketajaman penalaran logis, kemampuan menyamar, dan keterampilannya dalam menggunakan ilmu forensik untuk memecahkan berbagai kasus.

Holmes, yang pertama kali muncul pada tahun 1887, menjadi tokoh dalam empat novel dan 56 cerita pendek. Novel pertama yang menampilkan sosoknya adalah A Study in Scarlet (Penelusuran Benang Merah) dimuat di Beeton’s Christmas Annual pada tahun 1887. Sementara novel kedua, The Sign of the Four (Empat Pemburu Harta) dimuat di Lippincott’s Monthly Magazine pada tahun 1890. Tokoh ini semakin populer setelah cerita pendeknya dimuat secara berseri di The Strand Magazine, diawali dengan A Scandal in Bohemia (Skandal di Bohemia) pada tahun 1891 yang berlanjut sampai tahun 1927 dengan tambahan dua novel. Novel dan cerita pendek tersebut berlatar waktu tahun 1880-an hingga 1914.

Dalam sebagian besar kisah hidupnya sebagai detektif konsultan, Holmes berbagi kamar dan pengalaman dengan sahabat sekaligus penulis kisah petualangannya yaitu dr. Watson. Watson tinggal bersama Holmes selama beberapa tahun di Baker Street 221B London sebelum berpisah karena menikah dengan Mary Morstan, tetapi tinggal bersama lagi pasca-kematian istrinya itu.

Gue sebagai penggemar kisah detektif yang besar di tahun 2000-an cukup merasa senang ketika tokoh Sherlock Holmes ini dihidupkan dengan dalam bentuk film dan serial tv. Film Sherlock Holmes yang disutradarai oleh dirilis pada tahun 2009 dan diperankan oleh Robert Downey Jr. Sedangkan Sherlock Holmes dalam serial tv yang diproduksi oleh BBC tahun 2010 diperankan oleh Benedict Cumberbatch.

Did you watch that too? Jadi, favorit kalian versi Sherlock yang mana?

Kalo gue lebih suka liat Sherlock diperankan oleh Benedict Cumberbatch. Okay.. Robert Downey Jr is good, but I love Benedict’s accent. :p

Anyway, dalam kisah A Scandal in Bohemia Irene Adler mengatakan, “brainy is the new sexy.” Absolutely. Mungkin itu yang jadi salah satu hal yang membuat gue jatuh cinta dengan tokoh detektif fiksi ini dari masa sekolah dasar. Berawal dari baca novel yang bermodalkan minjem dari temen ataupun dari perpustakaan, nonton film hingga mesti beli dvd Sherlock serial tv karena gak berlangganan tv berkabel. No matter who will act as Sherlock Holmes, I can’t stop my addiction about this stuff.

Tapi kayaknya gue masih kurang pantas menyebut diri gue sebagai salah satu penggemar Sherlock Holmes, selama masih belum berkunjung ke 221B Baker Street di London. What a dream!

That’s only  the little things  what I can share here. I hope someday I can tell you about my experience when I go to 221B Baker Street, London. But now, I need to go to my mind palace. Good night.

221bBakerStreet

1401358544386-1

sumber referensi:

Menunggu Akhir Pekan

Senin. Ah. Banyak di antara kita yang mengeluhkan datangnya hari senin. Padahal tanpa melalui senin yang seringkali dianggap menyebalkan itu maka tidak akan membuat akhir pekan menjadi terasa lebih menyenangkan. Siapa yang gak suka dengan akhir pekan?Semua orang dari anak sekolah, mahasiswa, pegawai kantoran, dari anak kecil hingga orang dewasa semua pasti senang jika akhir pekan datang. Akhir pekan adalah waktu untuk berkumpul dengan keluarga, jalan-jalan dengan orang tersayang, ataupun hanya sekedar bersantai setelah seminggu beraktivitas. Tapi ada satu hal yang cuma ada di akhir pekan, satu hal yang paling gue tunggu. Bukan, gue bukan nunggu waktu untuk diapelin, tapi siaran pertandingan Liga Inggris. Hehehe :p

Yeah, I’m a girl who love to watching football. Problem? :))1401283149961

Semua penggila bola pasti tahu bahwa Liga Inggris adalah salah satu negara dengan liga sepakbola terbaik dunia. Rumah dari klub-klub besar yang disegani seperti Manchester United, Liverpool FC, Arsenal, Chelsea FC, dan Manchester City.  Salah satu tempat di mana mata dunia melihat bakat-bakat sepakbola dunia tumbuh berkembang menjadi pemain besar, seperti Christiano Ronaldo yang sebelumnya dikenal sebagai CR9 di MU, atau Gareth Bale yang sebelumnya di Tottenham Hotspurs. Sayang sekarang keduanya berada di Real Madrid. Anyway, congrats for The Champions of League 2013/2014. \o/

Bicara soal Liga Inggris, mungkin musim 2013/2014 yang baru usai beberapa minggu kemarin adalah salah satu musim yang paling menyebalkan. Bukan karena tim kesayangan gue cuma mengakhiri musim di urutan ketiga dan tanpa gelar, tapi karena hak siar di televisi lokal yang gak sepenuh hati alias gak mendapatkan hak siar penuh seluruh pertandingan dan tanpa hak siar pertandingan big match. HIH!

Sudah menjadi rutinitas hampir setiap akhir pekan selama sembilan tahun terakhir menunggu sabtu malam dan minggu malam hanya untuk mendukung tim kesayangan bertanding melawan rival hanya demi memperoleh tiga point dan berharap menjadi pemuncak klasemen di akhir musim. Dan yang tidak mungkin terlewatkan oleh penggila bola seantero dunia seperti Super Sunday, sayangnya televisi lokal tidak memiliki hak siar untuk menayangkan pertandingan-pertandingan besar pada musim lalu. Well, THAT’S OKAY. ‘Pada internet kami berserah’, mungkin itulah doa para penggemar Liga Inggris di Indonesia yang tidak menggunakan layanan tv berlangganan. Rumah gue yang berada di perbatasannya perbatasan kota alias lebih tepatnya di Citayam membuat gue was-was dan pasrah setiap kali mesti streaming siaran bola karena internet bisa terkoneksi aja udah menjadi suatu anugerah dan kenyataannya  menoton pertandingan dengan lancar tanpa buffering masih sebagai impian. Masih ada yang ingin tau internet cepat apa?

Pada akhirnya kadang malam akhir pekan gue hanya menaik-turunkan layar smartphone, menyimak live tweet dari akun official klub  dan dari kicauan para penggila bola lainnya. Mungkin banyak orang yang sebel dengan ocehan pendukung Liga Inggris yang dikenal paling berisik di twitter, sedangkan gue dan para fakir sinyal lainnya mesti berterimakasih dari kicauan 140 karakter mereka tentang hasil akhir di lapangan sebelum beranjak tidur. :’)

Yak, malam akhir pekan gue bisa ditutup bahagia hanya sekedar mengetahui tim kesayangan gue The Blues (sebutan dari Chelsea FC) mengalahkan Arsenal 6-0 di Derby London, atau hanya sekedar melihat selebrasi Lampard setelah melakukan tendangan penalty. Atau mungkin sedikit kesal ketika Chelsea dikalahkan di Stamford Bridge oleh tim yang di atas kertas tidak lebih baik seperti Crystal Palace. Well, that’s only the game. Right?

Bagi para penggemar bola, Inggris merupakan tempat yang sering disebut sebagai rumah. Rumah dari klub yang paling dibanggakan berada. Lucunya, para fans bola menyebut stadion sebagai rumah tapi rumah yang belum pernah dikunjungi. AHAHAHA. Well, bisa menyaksikan siaran pertandingan musim depan tanpa harus streaming aja udah seneng apalagi kalo bisa ke Inggris langsung ya. I hope and I believe that someday I will go to my another home, Stamford Bridge. :’)

62e859140b7aafb40defedcb0f511321